RSS

PENATAAN STAF BERBASIS SISTEM DI SMAN 16 SBY

04 Dec

PENINGKATAN KEMAMPUAN KULTUR GURU DENGAN PENATAAN STAF DAN PENYUSUNAN PROGRAM BERBASIS SISTEM

DI SMA NEGERI 16 SURABAYA

Oleh : Drs. Sudarminto,M.Pd

(Kepala Sekolah SMAN 16 Surabaya)

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat menentukan di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, oleh karena itu berbagai upaya selalu dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan yang lebih sesuai dengan tuntutan dan perkembangan serta harapan masyarakat yang dinamis.

Globalisasi dibarengi dengan era reformasi rupanya telah mengubah tatanan masyarakat tidak terkecuali pada dunia pendidikan. Tuntutan tidak hanya pada kualitas pendidikan, akan tetapi juga tidak kalah penting adalah profesionalisme guru dan pelayanan publik yang prima. Peningkatan mutu yang dimaksudkan agar pendidik dapat mengikuti dan mengantisipasi perkembangan IPTEK, serta laju pembelajaran yang semakin cepat dan dengan sendirinya memerlukan dukungan sumber daya yang tangguh.

Seiring dengan hal tersebut pada paradigm baru pendidikan yang berorientasi pada otonomi sekolah yaitu school based management dan school based quality management, maka setiap sekolah dituntut kemandirian (Depdiknas Prop. Jatim, 2000).

Oleh karena itu upaya meningkatkan profesionalisme guru dan kepala sekolah harus mampu menciptakan kesempatan dan peluang yang sama terhadap semua guru. Kepala sekolah sebagai top leader harus mampu memotivasi dan menciptakan suasana kompetitif, konstruktif pada setiap guru. Adapun pelayanan publik yang prima akan terwujud manakala tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang professional dapat diberdayakan secara optimal. Untuk itu perlu adanya penataan staf yang baik, tersistem, yang dapat diterima semua komponen sekolah, menghapus kesan prerogatif, menghilangkan praktis like dan dislike, sehingga memperoleh daya dukung di semua komponen sekolah. Dalam hal ini penataan staf berbasis sistem adalah solusinya.

A.    Permasalahan

  1. Seringnya diperoleh staf yang tidak kompeten
  2. Seringnya diperoleh staf yang tidak disukai warga sekolah
  3. Seringnya diperoleh staf yang tidak harmonis hubungannya dengan warga sekolah yang lain
  4. Seringnya diperoleh staf yang terlalu lama menduduki posisi staf, sehingga menimbulkan kecemburuan dan tidak kondusif sekolah
  5. Aturan masa berlaku staf yang jelas
  6. Sistem pergantian yang belum PAKEM/belum konsisten

 B.     Deskripsi Strategi Pemecahan Masalah

Untuk menjawab permasalahan tersebut di atas maka perlu dicarikan jalan keluar agar semua komponen sekolah mempunyai peluang yang sama, sehingga tercipta suasana yang kondusif, harmonis dan saling menghargai diantara warga sekolah.

Adapun strategi yang kita pakai adalah penataan staf dan penyusunan program sekolah berbasis sistem di SMA Negeri 16 Surabaya.

Tahapan operasional :

1. Perencanaan

Dibuatkan Tupoksi Personalia di SMA Negeri 16 Surabaya secara permanen yang memuat syarat jabatan staf setiap jenjang, masa jabatan, rumusan Tupoksi, uraian tugas wewenang, tanggung jawab dan hasil kerja secara terperinci

 2.Tahap Sosialisasi

Tupoksi Personalia disosialisasikan ke seluruh warga sekolah untuk memperoleh masukan dan dukungan seluruh komponen, sehingga seluruh warga sekolah memperoleh kejelasan, dan bisa memahami sehingga memberikan dukungan secara penuh sehingga tercipta suasana kondusif

3. Tahap Pematangan

Tahap penataan staf dengan sistem melalui sebuah rapat kerja seluruh komponen sekolah, pengisian jabatan, pemilihan personalia berdasarkan aturan yang digariskan dalam Tupoksi (dalam tahap I dan II)

4.Tahap Implementasi pelaksanaan program secara penuh di seluruh komponen sekolah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepala sekolah

PEMBAHASAN

  1. Alasan pemilihan strategi pemecahan masalah penataan staf berbasis sistem merupakan strategi yang sangat sederhana, sehingga dapat dilaksankan oleh setiap pimpinan sekolah dan tidak memerlukan biaya yang mahal, namun hasilnya sangat baik. Disini yang diperlukan komitmen seluruh komponen sekolah atas program dan sistem yang telah disepakati.

Pelaksanaan teknis adalah sebagai berikut

Setiap bidang menyusun program kerja selama 1 tahun, berikut rincian programnya. Setelah program kerja 1 tahun di setiap bidang masing-masing jadi, maka hasil tersebut diplenokan kepada seluruh komponen sekolah peserta Raker untuk mendapat persetujuan, dukungan kepastian dan jangan sampai terjadi dual program yang tumpang tindih antara bidang yang satu dengan yang lain.

Tahap selanjutnya program-program yang ada di Kurikulum, Kesiswaan, Humas dan Sarana disusun berdasarkan bulan yang berlaku secara berurutan dan komponen sekolah dibagi dalam kelompok yang lebih kecil dengan memperhatikan azas Top, Midle, Lower baik di bidang kompetensi maupun karakter dan responsifnya terhadap sekolah. Baru kemudian disusun secara berurutan dan bergantian.

No Bulan Nama Kegiatan Personalia / Panitia yang melaksanakan
1 Juli 2012 1)      PSB2)      MOS3)      …………….
  1. (5 orang / 6 orang guru)

 

2 Agustus 2012 1)      Phbn2)      Class Meeting3)      Pentas Seni
3 September 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………
4 Oktober 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………
5 Nopember 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………
6 Desember 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………
7 Januari 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………
8 Pebruari 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………
9 Maret 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………
10 April 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………
11 Mei 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………
12 Juni 2012 1)  ………………2)  ………………3)  ………………

1.      Hasil yang dicapai

Apabila penataan staf dan penyusunan program sekolah berbasis sistem ini dilaksanakan secara konsisten, maka hasil yang sangat baik

–          akan tercipta suasana kondusif di lembaga

–          tercipta suasana harmonis seluruh komponen sekolah

–          akan memberi kesempatan/peluang semua guru untuk lebih berprestasi

–          adanya kepastian karir

–          membatasi waktu menjabat staf

–          keterbukaan pemilihan dan rotasi staf

–          tercipta hubungan yang positif diantara teman

–          mengurangi faktor prerogatif yang kadang cenderung negatif

–          adanya keterbukaan program sekolah

–          adanya daya dukung pada sekolah yang besar

2.      Kendala

–          sering berbenturan pada sebagian guru senior yang terlalu lama mengabdi

–          belum siap warga sekolah melaksanakan sistem itu

–          sulit mengubah paradigma warga sekolah dengan terobosan pembaharuan

–          apatisnya warga sekolah terhadap program sekolah

–          ada yang beranggapan program sekolah untuk tidak diekspos dan hanya diketahui oleh sekelompok guru tertentu

3.      Faktor Pendukung

–          Sarana prasarana yang memadai

–          Kualitas SDM memadai

–          Literatur/perpustakaan memadai

–          Sistem dan program jelas secara akademis

–          Komite sekolah yang mendukung penuh

4.      Alternatif Pengembangan

Penataan staf dan penyusunan program sekolah berbasis sistem ini bias dikembangkan dengan :

  1. Dievaluasi pelaksanaan secara terus menerus menuju penyempurnaan
  2. Dikaji dengan tim pemantau yang ditugasi pelaksanaan
  3. Bias di-online-kan sehingga seluruh warga sekolah tahu dan akan berpartisipasi secara aktif dengan manfaat keterlibatan akan terasa
  4. Terus menerus disosialisasikan apabila terjadi perubahan program

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI OPERASIONAL

A.    Simpulan

  1. Penataan staf dan penyusunan program sekolah berbasis sistem, merupakan strategi yang sangat sederhana dan mudah dilaksanakan
  2. Apabila dilaksanakan secara konsisten akan membatasi masa jabatan staf dan memberi peluang/kesempatan yang sama pada warga sekolah
  3. Tercipta pemerataan tugas pada seluruh komponen sekolah
  4. Partisipasi aktif seluruh komponen sekolah karena semua dilibatkan, baik dalam penataan maupun penyusunan program sekolah
  5. Suasana sekolah akan kondusif, nyaman dan harmonis

 B.     Rekomendasi Operasional Untuk Implementasi Temuan

Dari pelaksanaan penataan staf dan penyusunan program berbasis sekolah, akan tercipta model pemerataan tugas seperti tersebut di atas yang kemudian dilakukan evaluasi setiap akhir tahun pelajaran, maka yang dapat melaksanakan tugas dengan baik akan diusulkan untuk menduduki staf yang lebih tinggi.

 
1 Comment

Posted by on December 4, 2012 in KURIKULUM, MANAJEMAN SEKOLAH

 

Tags: ,

One response to “PENATAAN STAF BERBASIS SISTEM DI SMAN 16 SBY

  1. lesprivatsurabaya1

    December 4, 2012 at 4:18 pm

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: