RSS

Sri Widiati, Dengan Poin Khusus Untuk Siswa Pegiat Lingkungan Hidup Di SMAN 16

05 Oct

Jangan harap bisa dengan mudah makan dan minum menggunakan kemasan plastik sekali pakai di SMA Negeri 16 Surabaya. Pasalnya, di sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Prapen ini sudah memulai program Bebas Sampah Plastik. Bila di sekolah yang lainnya minum selalu menggunakan kantong plastik sekali pakai, maka di kantin sekolah ini hanya gelas plastik yang bisa dipakai berulang kali yang disarankan dipakai.

Sri Widiati, kepala SMA Negeri 16 Surabaya

“Saat ini masih belum 100 persen bebas sampah plastik pembungkus makanan dan minuman. Tapi program ini sudah diterapkan,” ujar Kepala SMA Negeri 16 Surabaya Sri Widiati perihal program Bebas Sampah Plastik. Dampaknya, sampah plastik yang selama ini jadi masalah di kebanyakan sekolah bisa dikurangi volumenya.

Program lingkungan hidup sebagai salah satu unggulan di SMA Negeri 16 dimulai Widiati sejak kali pertama bertugas sebagai kepala sekolah pada November 2010. Alasannya, SMA Negeri 16 memiliki lahan yang tergolong luas. Luas tanahnya adalah 16.215 m2. “Dengan lahan yang luas itu, sudah seharusnya SMA Negeri 16 memiliki program unggulan lingkungan hidup. Terlebih sarana fisik sekolah ini sudah bagus,” ujar Sri Widiati, istri Deden Sudarman ini.

Saat pertama kali menjadi kepala SMA Negeri 16, cukup banyak lahan kosong yang tidak terurus di sekolah ini. Di salah satu lahan kosong di belakang sekolah, ketinggian rumput liar bahkan sudah mencapai plafon ruangan kelas di dekatnya. Namun, dengan langkah pasti, lahan kosong tidak terurus itu terkikis menjadi taman. “Pertanian perkotaan, sawah, pengomposan dan recycling center pun segera menghiasi lahan kosong yang tersisa,” ujar Widiati yang sebelumnya kepala SMAN 20 Surabaya.

Untuk mendukung niatannya menjadikan program lingkungan hidup sebagai unggulan di SMAN 16, mulai tahun ajaran 2011-2012 ini SMAN 16 bahkan sudah menjadikan peduli lingkungan hidup sebagai muatan lokal. “Semula muatan lokal adalah teknologi informasi. Mulai tahun ajaran ini mulok diganti dengan peduli lingkungan. Pelaksanaannya satu jam pelajaran dalam seminggu,” terangnya.

Sri Widiati saat diskusi perencanaan program lingkungan hidup bersama siswa tim lingkungan SMAN 16

Sri Widiati bahkan tidak segan ikut mendampingi para siswanya saat penyusunan dan pelaksanaan program lingkungan di sekolah. Motivasi dan apresiasi tidak jarang disampaikan ibu dari Widia Aulia Sudarman dan Anisa Widia Sudarman ini kepada para siswanya yang terbukti aktif pada program lingkungan. “Ibu lihat kamu sangat aktif dengan program lingkungan hidup di sekolah. Tetap semangat ya, Nak,” ucap Widiati kepada salah seorang siswa yang tengah membawa satu kantong penuh sampah dedaunan.

Program unggulan lain yang diterapkan kepala SMAN 16 Surabaya ini adalah dengan pemberian poin tambahan kepada para siswa yang terbukti aktif terhadap program lingkungan hidup di sekolah. “Kepedulian lingkungan hidup adalah salah satu upaya membangun otak kanan anak. Maka para sekolah yang aktif dengan program lingkungan hidup akan diberikan kemudahan dalam akademis,” ujar Sri Widiati.

Pada Oktober 2011 ini, kepala sekolah yang mengawali karier sebagai guru Bimbingan Penyuluhan (BP)/Bimbingan Konseling (BK) ini juga merelokasi beberapa kantin sekolah yang saat ini masih tersebar. “Keadaan kantin SMAN 16 saat ini masih tergolong belum layak. Tapi pada bulan Oktober ini direlokasi di satu tempat yang didesain khusus seperti food court,” tambahnya sambil menunjukkan proses pembangunan food court yang megah dikelilingi kolam ikan. (ron)

Sumber Tunas Hijau

 
7 Comments

Posted by on October 5, 2011 in LINGKUNGAN

 

Tags:

7 responses to “Sri Widiati, Dengan Poin Khusus Untuk Siswa Pegiat Lingkungan Hidup Di SMAN 16

  1. Syafi'i

    October 11, 2011 at 2:21 am

    Saya setuju 1000000000% tentang ide pemberian “penghargaan” khusus kepada siswa yang peduli kepada lingkungan. Syukur-syukur kalau setiap minggu diumumkan pemenagnya, baik perangan maupun kelompok. Jangan lupa juga kepada guru dan karyawan. Yang tidak peduli perlu juga mendapatkan “punishment” agar kedepannya lebih peduli kepadalingkungan. Bagimana kalau siswa yang ketahuan merokok di lingkungan sekolah “dipersilakan” pindah sekolah, dan guru-karyawan yang merokok di lingkungan sekolah di mutasi?. Jangan lupa juga, jika semua sudah bersih, asri dan nyaman, jangan-jangan nyaman juga untuk pacaran. He…he….he…..Wah Pak Edy tambah pusing nih! Jangan kuatir Pak Edy banyak orang dibelakang Bapak yang siap mem-back up.

     
  2. Marlina kusmawati

    October 10, 2011 at 7:49 am

    Saya mendukung apa yang telah disampaikan oleh Ibu Widi.. Kita harus memberi apresiasi atas segala upaya yang dilakukan oleh anak didik kita dalam menjaga lingkungan sekitar sekolah kita yang tercinta. Apresiasi itu tidak harus bernilai rupiah tinggi, tetapi atensi yang kita berikan itu lebih penting. Let’s keep our school green and clean !

     
  3. Marlina kusmawati

    October 10, 2011 at 7:47 am

    Saya mendukung apa yang telah disampaikan oleh Ibu Widi.. Kita harus memberi apresiasi atas segala upaya yang dilakukan oleh anak didik kita dalam menjaga lingkungan sekitar sekolah kita yang tercinta. Apresiasi itu tidak harus bernilai rupiah tinggi, tetapi atensi yang kita berikan itu lebih penting. Let’s keep our scholl green and clean !

     
  4. sri utami

    October 10, 2011 at 2:38 am

    Ass…
    Saya sangat mendukung program “Peduli Lingkungan Hidup” yang sedang digalakkan di sekolah kita dengan memberikan poin/penghargaan kepada para “pegiat lingkungan hidup” yang benar-benar peduli lingkungan karena mereka itulah yang akan memberikan kontribusi positif dalam menyelamatkan dan membuat nyaman lingkungan sekolah kita tercinta ini. Marilah kita tingkatkan terus kepedulian kita terhadap lingkungan “belajar dan mengajar” kita walaupun tantangan dan hambatan selalu datang silih berganti, dengan niat beribadah “Kebersihan adalah sebagian dari iman” maka yang berat akan menjadi ringan jika dilakukan dengan ikhlas. Wass.

     
  5. Drs. Sukardi, M Si.

    October 10, 2011 at 1:50 am

    No plastics, no rubbish, go clean, and go green. Siapa yang tdk suka kecantikan dan keindahan, yang identik dengan bersih dan indah? Bukankah kecantikan bisa dipoles? baik lewat dalam (inner beauty) dan juga lewat luar (outer beauty). Kiat sekolah dan civitas akademis, SMAN 16 Sby, sangat strategis untuk mewujudkan beragam tujuan dan multi manfaat. Sekali gayung dikayuh, sekali layar terkembang, pantang surut untuk mengapai pulau harapan. Saatnya kita kerja !!! semoga sukses. Amin

     
  6. Etna Rufiati

    October 10, 2011 at 12:32 am

    Saya setuju dengan pemberian point kepada siswa pegiat lingkungan hidup di sekolah ini. Insya Allah dengan program ini, para siswa menyadari pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Sehingga harapan kami setiap saat melihat apapun yang tidak pada tempatnya, kita akan selalu melakukan yang terbaik, yaitu ikut menjaga lingkungan tetap bersih. Ayo anak-anakku, lakukan dan amankan sekolah kita dari sampah dan hama penyakit. Terima kasih kepada para siswa pegiat lingkungan yang tiap hari selalu aktif berbuat terbaik untuk sekolah.

     
    • tienkartina

      October 10, 2011 at 4:45 am

      Iya, aku juga setuju, bagi siswa peduli lingkungan hidup diberi reward, supaya tetap semangat……

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: