RSS

Wifi bagi kesehatan

16 May

Wi-fi semakin populer terutama di negara-negara maju di mana sambungan internet pita lebar semakin murah. Bahkan, kini penyedia menggratiskan sambungan internet pita lebar bila pengguna mengambil paket langganan telepon genggam dari perusahaan yang sama.

Secara umum publik senang dengan kehadiran wi-fi ini. Namun ada beberapa anggota masyarakat yang menentangnya karena mereka menganggap teknologi ini berdampak negatif terhadap kesehatan.

Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan bahwa radiasi elektro magnetik dari wi-fi ini menyebabkan nyeri di kepala dan gangguan tidur.

 

Gangguan ini dialami Sarah Dacre, perempuan yang tinggal di London.

“Saya merasa sangat nyeri di bagian kepala, telinga, tenggorokan dan di bagian tubuh yang lain,” ungkap Dacre.

 

“Kondisi ini terjadi ketika saya berada di dekat peralatan elektronik atau berada di dekat menara pemancar telepon genggam. Ini sungguh membuat saya menderita.”

Sebagian besar peralatan elektronik memiliki radiasi elektro magnetik. Produsen peralatan ini mendesain produk sedemikian rupa sehinga gelombang elektromagnetik yang dihasilkan tidak membahayakan manusia.

Namun apakah intensitas radiasi wi-fi lebih besar sehingga menyebabkan gangguan kesehatan.

Sarah Dacre mengatakan wi-fi berbahaya. Makanya, ia melindungi rumahnya dari teknologi nirkabel ini. Ia menggunakan kertas pelapis dinding atau wallpaper khusus, yang bisa meminimalkan dampak gelombang elektromagnetik.

 

“Pelindung ini sangat efektif. Dengan pelindung ini radiasi wi-fi bisa diminimalkan,” ujar Dacre, yang mengaku mengidap electrosensitive ini.

Di Swedia pemerintah secara resmi mengakui pengaruh gelombang radiasi wi-fi terhadap kesehatan. Bahkan mantan Perdana Menteri Norwegia, Gro Harlem Brundtland juga mengaku sakit kepala akibat radiasi gelombang elektromagnetik.

Sikap skeptis

Namun sebagian besar ilmuwan menyatakan skeptis.

Dr Michael Clark, penasehat pemerintah Inggris untuk urusan radiasi gelombang elektromagneik mengatakan tidak ada efek negatif dari sinyal gelombang televisi atau radio FM, dua gelombang radio yang paling ering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Ketika kami mengukur tingkat radiasi teknologi baru yang dikhawatirkan orang, ternyata relatif hampir sama dengan peralatan elektronik lain,” tegas Dr Clark.

 

Tidak sekali ini saja teknologi baru memunculkan kekhawatiran akan berakibat buruk terhadap kesehatan.

 

Ini pernah terjadi dengan telegram dan oven microwave.

 

Beberapa kalangan menyebut apa yang dialami Sarah Dacre terlalu dibesar-besarkan. Sementara kecenderungan di lapangan menunjukkan, makin banyak kota di dunia ini yang memanfaatkan teknologi wi-fi, untuk mendorong orang menghubungkan komputer mereka ke internet secara mudah, murah, dan praktis.

 

Namun bagi orang-orang seperti Sarah Dacre yang mengaku pusing akibat radiasi wi-fi, harus dipikirkan kemungkinan membatasi wi-fi, satu gagasan yang mungkin akan dicerca.

 

Namun Sarah Dacre menegaskan ia akan tetap mendesak pembatasan penggunaan wi-fi.

 

“Kelihatannya gagasan kami ini sinting. Namun Anda akan mendukung upaya ini begitu anda terkena dampak negatif radiasi wi-fi,” kata Dacre.

 

“Ketika Anda seperti mau mati, saya percaya Anda akan mendukung upaya kami.”

 

Apakah kampanye Sarah Dacre berhasil atau tidak masih harus ditunggu.

 

Namun, beberapa hari lalu, kembali muncul kekhawatiran mengenai wi-fi ini. Kali ini, seorang ilmuwan Inggris Professor Lawrie Challis kepada koran Daily Telegraph mengatakan anak-anak yang menggunakan teknologi wi-fi harus dipantau, hingga penelitian tentang dampak kesehatan wi-fi dilakukan.

Professor Chalis mengatakan anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibandingkan orang dewasa

 
3 Comments

Posted by on May 16, 2011 in SAIN

 

Tags:

3 responses to “Wifi bagi kesehatan

  1. muhammad

    January 5, 2014 at 12:05 pm

    bagaimana prestasi ke ikutsertaan sman 16 terhadap kompetisi lomba olimpiade yg di adakan pemerintah seperti OSN gitu😀 ?

     
  2. Eny

    September 15, 2011 at 1:59 pm

    Teknologi, semakin mendunia……..

     
  3. Ika

    September 15, 2011 at 1:57 pm

    bagus bermanfaat

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: